Pendidikan Nonformal di Yogyakarta: Inovasi dan Adaptasi untuk Masa Depan

  • Administrator
  • Kamis, 30 Oktober 2025 09:06
  • 25 Lihat
  • Aspirasi

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta menggelar Diktara Fest 2025 pada 21 Oktober, sebuah ajang yang menampilkan inovasi dan peran pendidikan nonformal dalam memperkuat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. Acara ini diikuti oleh sekitar 240 peserta dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan menampilkan beragam kegiatan, termasuk ekspo karya pendidikan kesetaraan, temu wicara interaktif, dan penampilan seni.

 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, membuka acara ini dan mengapresiasi inisiatif Disdikpora dan PKBM dalam memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat di luar sistem pendidikan sekolah. Ia berharap program pendidikan kesetaraan dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan.

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan bahwa pendidikan nonformal menjadi salah satu pendukung utama capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Yogyakarta. Rata-rata lama sekolah di Kota Yogyakarta sudah mencapai 12,12 tahun dan harapan lama sekolah mencapai 17,62 tahun, tertinggi di tingkat nasional.

 

Dalam sesi temu wicara, Pemerhati Pendidikan Non-formal Susianto menyoroti pentingnya keberadaan pendidikan non-formal yang dapat memberi akses kepada anak-anak dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda-beda. Pendidikan non-formal kini semakin dibutuhkan karena dunia kerja dan teknologi yang semakin berkembang lebih cepat daripada adaptasi kurikulum formal.

 

Diktara Fest 2025 ditutup dengan berbagai penampilan dari warga PKBM se-Kota Yogyakarta yang menampilkan seni dan kreativitas hasil pembelajaran nonformal, menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Foto: jogjakota.go.id

Pendidikan

Komentar

0 Komentar