Deteksi Dini Kanker Kulit dengan AI, Mahasiswa UMY Berhasil Ciptakan Alat Inovatif
- Administrator
- Kamis, 13 November 2025 08:06
- 37 Lihat
- Aspirasi
Mahasiswa UMY berhasil mengembangkan Scanoma, alat deteksi dini kanker kulit berbasis AI yang dapat membantu tenaga kesehatan melakukan deteksi dini kanker kulit.
Ketua Tim Mahasiswa UMY, Salsa Faatin Al-Dhinar, mengatakan bahwa ketertarikan timnya bermula dari banyaknya kasus kanker kulit yang baru terdeteksi pada tahap lanjut. "Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bisa membantu masyarakat mengambil tindakan lebih cepat," ujar mahasiswa Fakultas Farmasi UGM angkatan 2022.
Pengembangan Scanoma dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa Fakultas Farmasi dan Teknik Elektro dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pendanaan Nasional 2025. Proses perancangan alat itu berlangsung sejak 7 Juli hingga 3 November 2025, melibatkan sistem analisis citra lesi kulit secara real time menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) dengan tingkat akurasi mencapai 75,22 persen.
Selama proses pengembangan, tim sempat menghadapi sejumlah kendala teknis seperti keterlambatan kedatangan kamera dermatoskop digital, ketidaksesuaian kabel, serta kesalahan sistem perangkat lunak. Namun, setelah seluruh hambatan tersebut akhirnya teratasi, tim kemudian merancang Scanoma menjadi alat portabel berbasis "Raspberry Pi" yang hemat daya dan mudah dioperasikan.
Mahasiswa Farmasi berperan dalam karakterisasi lesi kulit serta penentuan parameter klinis, sedangkan mahasiswa Teknik Elektro bertanggung jawab atas integrasi perangkat keras dan sistem pengolahan citra digital. Kolaborasi lintas disiplin itu menjadi contoh penerapan nyata antara ilmu kesehatan dan teknologi dalam menjawab persoalan medis di masyarakat.
Salsa berharap pengembangan Scanoma dapat membantu tenaga kesehatan melakukan deteksi dini kanker kulit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kulit secara rutin. "Kalau alat ini bisa membantu satu detik saja mengenali gejala kanker lebih cepat, perjuangan kami sudah tidak sia-sia," ujar dia.
Foto: Freepik