Inovasi UGM: Gamahumat, Pembenah Tanah dari Batubara Kalori Rendah
- Administrator
- Selasa, 28 Oktober 2025 06:57
- 59 Lihat
- Aspirasi
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan kiprahnya dalam inovasi teknologi dengan menciptakan pembenah tanah ramah lingkungan dari batubara kalori rendah, yang diberi nama "Gamahumat". Inovasi ini dikembangkan oleh Guru Besar Ilmu Geologi Batubara Fakultas Teknik UGM, Prof Ferian Anggara, dan timnya.
Gamahumat dirancang untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Keunggulan utama dari Gamahumat adalah kemudahannya diterapkan tanpa menambah biaya tenaga kerja. Petani dapat menggunakannya sejak tahap awal pengolahan lahan, kemudian kembali digunakan pada hari ke-14 dan ke-30 bersamaan dengan kegiatan pemupukan rutin tanaman padi.
Dukungan pendanaan untuk pengembangan Gamahumat diberikan secara berkelanjutan oleh PT Bukit Asam (PTBA), yang melihat potensi besar produk tersebut. "Sejak tahun 2018, PT Bukit Asam menjadi mitra utama riset kami untuk berbagai topik dan terus mendukung karena hasilnya terbukti aplikatif," kata Ferian Anggara dikutip dari berbagai sumber.
Dengan adanya Gamahumat, diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa sektor tambang dapat memberi kontribusi positif bagi keberlanjutan lingkungan. Industri tambang yang kerap dinilai hanya mengeksploitasi sumber daya alam, sejatinya juga berperan penting sebagai penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara.
Melalui inovasi seperti Gamahumat, UGM berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. "Kami ingin mengubah paradigma bahwa dari tambang pun bisa lahir solusi hijau yang mendukung ketahanan pangan," pungkas Ferian.
Foto: ugm.ac.id