Inovasi Mahasiswa UGM Deteksi Dini Kanker Mata Anak dengan AI

  • Administrator
  • Selasa, 14 Oktober 2025 16:10
  • 65 Lihat
  • Aspirasi

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan alat deteksi dini kanker mata anak berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan di fasilitas kesehatan primer secara cepat dan akurat. Inovasi ini dinamai "Rb-AID (Retinoblastoma Artificial Intelligence Detection)".

 

Retinoblastoma adalah salah satu jenis kanker anak paling umum di dunia, dengan angka kejadian mencapai satu dari 16.000-28.000 kelahiran. Di Indonesia, keterlambatan diagnosis masih menjadi masalah serius dan menyebabkan 40-70 persen pasien mengalami kehilangan penglihatan, kecacatan permanen, atau bahkan kematian.

 

"Rb-AID" terdiri atas dua komponen utama, yakni "Rb-AID tool" dan "Rb-AID mobile decision system". Komponen pertama berfungsi menjaga stabilitas dan kualitas akuisisi citra fundus, sementara sistem kedua menggunakan TSCNN dua tahap untuk menganalisis hasil pemeriksaan secara cepat dan objektif.

 

Perangkat "Rb-AID" dirancang melalui proses perancangan di Autodesk Inventor, kemudian dicetak menggunakan teknologi 3D dengan bahan PLA yang ramah lingkungan. Perangkat tersebut dilengkapi lensa 20D untuk memastikan hasil visual yang tajam.

 

Sistem kecerdasan buatan dilatih menggunakan ribuan citra fundus yang mencakup kasus retinoblastoma dan citra normal sebagai pembanding. Melalui arsitektur TSCNN, aplikasi mampu mengenali tanda-tanda klinis seperti massa putih pada retina, pola pembuluh darah tidak normal, serta refleksi cahaya yang tidak merata akibat lesi.

 

Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat deteksi retinoblastoma di daerah dengan keterbatasan alat fundus konvensional dan tenaga ahli, sehingga meningkatkan kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

 

Foto: Dok. UGM

UGM AI

Komentar

0 Komentar