Guru Besar UMY: Pisahkan MBG dari Pendidikan
- Administrator
- Kamis, 15 Januari 2026 06:25
- 20 Lihat
- Opini
Guru Besar UMY: Pisahkan MBG dari Pendidikan
Guru Besar Bidang Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Imamudin Yuliadi menekankan pentingnya memisahkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pendidikan. Menurutnya, MBG memiliki tujuan yang berbeda dan tidak seharusnya dikaitkan dengan isu kesejahteraan guru.
Melansir keterangan resmi, Imamudin menjelaskan bahwa MBG dirancang untuk memastikan peserta didik memperoleh asupan gizi yang memadai agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan kondisi fisik yang sehat, siswa diharapkan mampu menyerap pelajaran dengan lebih baik, meningkatkan konsentrasi, serta menekan risiko stunting dan gangguan kesehatan lainnya.
Namun, peningkatan kualitas pendidikan melalui MBG bersifat tidak langsung. Oleh karena itu, program tersebut tidak dapat disandingkan dengan anggaran pendidikan formal yang diperuntukkan bagi pembangunan sarana prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, maupun pengembangan kurikulum.
Imamudin juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyiapkan ekosistem pendukung program MBG. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesiapan rantai pasok bahan baku pangan, mulai dari beras, telur, gula, garam, sayur, susu, hingga buah-buahan.
Dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sangat besar, potensi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal sangat signifikan. Ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika dikelola dengan benar.
Imamudin juga mendorong keterlibatan aktif berbagai komponen masyarakat dalam pelaksanaan program MBG. "Keterlibatan masyarakat akan memastikan MBG benar-benar menjadi program rakyat yang merakyat, bukan sekadar proyek birokrasi," ucapnya.
Foto: Dok. umy ac.id