Winongo Art Festival Diproyeksikan Jadi Agenda Tahunan dan Destinasi Baru Yogyakarta

  • Administrator
  • Senin, 15 Juni 2026 05:53
  • 8 Lihat
  • Sorotan

Pemerintah Yogyakarta menargetkan Winongo Art Festival menjadi agenda tahunan setelah sukses digelar perdana di bantaran Sungai Winongo, kawasan selatan Jembatan Serangan. Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menilai festival ini memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menarik wisatawan datang dan singgah di kawasan tersebut.

 

Festival yang berlangsung pada Sabtu (13/6) itu menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, aksi bersih sungai, hingga penebaran benih ikan. Konsep yang memadukan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi warga dinilai menjadi kekuatan utama acara ini.

 

Menurut Wawan dalam keterangannya, kawasan bantaran Sungai Winongo memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi alternatif di tengah kota. Letaknya yang strategis, dekat dengan kawasan parkir Ngabean dan sejumlah hotel, membuat lokasi ini dinilai ideal untuk menarik kunjungan wisatawan maupun warga lokal.

 

Pemkot mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan, termasuk kemungkinan menghadirkan pasar sore atau aktivitas rutin lainnya. Dengan begitu, kawasan sungai tidak hanya menjadi ruang publik, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi dan budaya yang hidup sepanjang waktu.

 

Lebih dari sekadar hiburan, festival ini juga menjadi upaya untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Ketika ruang sungai dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas bersama, warga diharapkan semakin merasa memiliki dan ikut merawatnya.

 

Selain itu, keberadaan panggung seni dan bazar produk lokal dinilai dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif masyarakat. Produk UMKM, kuliner, dan kerajinan warga menjadi bagian penting yang memberi warna sekaligus nilai tambah bagi festival.

 

Melalui semangat gotong royong, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap Winongo Art Festival bisa tumbuh menjadi ikon baru kota, memadukan budaya, ekonomi, dan lingkungan dalam satu ruang yang berkelanjutan. Jika konsisten digelar, festival ini berpotensi menjadi magnet wisata baru yang memperkaya wajah pariwisata Yogyakarta.

 

Foto: Dok. DPRD JOGJA

Pariwisata

Komentar

0 Komentar