Panggung Seni Budaya Nusantara: Merayakan Keberagaman Budaya Indonesia
- Administrator
- Senin, 27 Oktober 2025 08:46
- 53 Lihat
- Liputan
Kementerian Kebudayaan menggelar Panggung Seni Budaya Nusantara dalam rangka peringatan Hari Kebudayaan 2025 di Museum Serangan Umum 1 Maret, Kota Yogyakarta.pada 19 Oktober 2025. Acara ini menampilkan berbagai seni budaya tradisi daerah, termasuk tari dan musik, dari 23 Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah di Indonesia.
Dengan tema "Keberagaman Budaya Nusantara", Panggung Seni Budaya Nusantara menampilkan berbagai penampilan seni budaya yang memukau, seperti Tari Wua Ta'a dari Nusa Tenggara Timur, Tari Tidayu dari Kalimantan Barat, dan Tari E'mambo Simbo dari Papua. Selain itu, juga ada penampilan musik daerah, seperti Musik Keruncong Stambul Fajar Pengekar Campo Pulau Mendanau dari Jambi dan Musik Kolintang dari Sulawesi Utara.
Panggung Seni Budaya Nusantara juga menampilkan seni bela diri, seperti Pencak Silat Maung Bodas dari Jawa Barat dan Seni Debus Banten dari Banten. Selain itu, juga ada penampilan drama peraduan pantun dari Riau dan Kepulauan Riau, yang merupakan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui sebagai Intangible Cultural Heritage UNESCO.
Acara ini ditutup dengan penampilan Tari Ramayana & Fire Dance dari Jawa Tengah dan DIY, yang menampilkan kisah epik legendaris dari Tanah Jawa. Panggung Seni Budaya Nusantara merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Kebudayaan 2025, yang juga meliputi Ruwat Nusantara, Karnaval Ragam Budaya Nusantara, Gastronomi Mustika Rasa Nusantara, dan lain-lain.
Hari Kebudayaan 2025 menjadi momentum untuk memperkuat posisi kebudayaan sebagai pilar pembangunan bangsa dan menegaskan jati diri bangsa melalui penguatan warisan budaya. Dengan demikian, Panggung Seni Budaya Nusantara menjadi ajang yang sangat penting untuk mempromosikan dan melestarikan keberagaman budaya Indonesia.
Foto: Panggung Seni Budaya Nusantara di Hari Kebudayaan 2025 (Dok. Kemenbud)