Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik: Langkah Menuju Masa Depan Berkelanjutan
- Administrator
- Kamis, 16 Oktober 2025 08:06
- 46 Lihat
- Sorotan
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama dengan kabupaten dan kota di provinsi ini, terus membahas pengelolaan sampah dengan sistem waste to energy. Sistem ini memungkinkan pengolahan sampah menjadi energi listrik, yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan ketersediaan energi terbarukan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa pengelolaan sampah untuk energi listrik (PSEL) yang dikelola oleh Danantara memerlukan minimal 1.000 ton sampah per hari. Sampah ini akan diproses melalui insinerasi, yang menghasilkan uap dan kemudian listrik. Listrik ini akan dijual kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Namun, Bupati Bantul juga menyatakan bahwa jumlah sampah di Bantul menurun karena adanya gerakan pengelolaan sampah mandiri. Jumlah sampah liar di Bantul hanya mencapai 30 ton per hari, sedangkan Kota Yogyakarta masih memiliki 150 ton sampah yang perlu penanganan. Kabupaten Sleman memiliki produksi sampah yang lebih besar, sehingga koordinasi lintas wilayah diperlukan untuk mendukung waste to energy.
Pengelolaan sampah dengan sistem waste to energy memerlukan koordinasi yang baik antara kabupaten dan kota di Yogyakarta. Bupati Bantul berharap bahwa pengelolaan sampah ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan ketersediaan energi terbarukan di daerah.
Dengan demikian, pengelolaan sampah dengan sistem waste to energy dapat menjadi langkah menuju masa depan berkelanjutan bagi Yogyakarta.
Foto: Dok. kemenlh.go.id