Keistimewaan DIY: Nilai yang Tertanam dalam Kehidupan Masyarakat
- Administrator
- Jumat, 14 November 2025 08:10
- 33 Lihat
- Sorotan
Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bukan hanya soal pengakuan formal melalui undang-undang, tetapi merupakan nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak masa kecil. Nilai-nilai ini telah ditanamkan melalui tradisi, kebiasaan, dan filosofi hidup yang kuat, membuat DIY menjadi daerah yang unik dan istimewa.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan dari Paniradya Keistimewaan DIY, Tri Agus Nugroho, menyatakan bahwa keistimewaan DIY telah ada jauh sebelum Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Pengukuhan Keistimewaan DIY diterbitkan. "Nilai-nilai keistimewaan DIY telah ada jauh sebelum undang-undang itu, dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," kata Agus di Teras Malioboro Yogyakarta, Jumat.
Agus menjelaskan bahwa salah satu contoh nilai keistimewaan DIY adalah kebiasaan orientasi wilayah menggunakan arah mata angin, yang diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. "Sejak kecil, kami sudah diajarkan mengorientasikan diri berdasarkan arah mata angin, bukan kiri-kanan. Itu adalah bagian dari identitas kami sebagai orang Yogyakarta," katanya.
Agus juga menyoroti kawasan sumbu filosofis yang menghubungkan berbagai bangunan penting di Yogyakarta, seperti Keraton, Tugu, Panggung Krapyak, dan Gunung Merapi, yang menjadi simbol filosofi hidup masyarakat DIY. Kawasan ini menggambarkan keterkaitan erat antara nilai-nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakat yang telah ada jauh sebelum Yogyakarta resmi menjadi daerah istimewa.
Nilai-nilai seperti sopan santun, tepa selira, dan kepekaan terhadap sesama sudah tertanam kuat dalam masyarakat. "Ini adalah dasar yang menguatkan keistimewaan Yogyakarta," kata Agus. Masyarakat Yogyakarta juga dikenal dengan ikatan sosial yang kuat, terutama di kalangan masyarakat daratan, yang cenderung lebih solid dan saling mendukung.
Agus menekankan bahwa keistimewaan DIY bukan hanya sebuah pengakuan formal melalui undang-undang, tetapi merupakan sebuah warisan nilai yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakatnya sejak dulu. "Hubungan antarwarga di Yogyakarta terjalin erat, dan ini menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial kami," kata Agus.
Foto: Unsplash