Pengamen Malioboro Ditata Agar Lebih Berkelas
- Administrator
- Kamis, 09 Oktober 2025 10:06
- 55 Lihat
- Sorotan
Kawasan Malioboro merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta, poros imajiner yang menghubungkan Panggung Krapyak-Keraton Yogyakarta-Tugu Pal Putih, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 18 September 2023.
Untuk itu, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, penataan kawasan Malioboro perlu dilakukan sebagai upaya menjaga ruang bersama yang adil bagi semua dan tidak ada pihak yang merasa paling berhak menguasai ruang publik.
Penataan pelaku seni, dalam hal ini pengamen, di kawasan itu juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas serta menciptakan kenyamanan bersama di ruang publik. Nantinya, pengamen yang tampil di kawasan Malioboro memiliki standar berbeda dibandingkan dengan pengamen di daerah lain.
Ikon utama Kota Yogyakarta tersebut harus menghadirkan pengalaman yang lebih berkelas, termasuk dari sisi seni jalanan yang disuguhkan kepada masyarakat maupun wisatawan. Kebijakan ini bukan untuk menyingkirkan pengamen, melainkan mengatur dan memberdayakan mereka agar tampil dengan cara yang lebih tertib.
"Kalau sudah mengamen di Malioboro, kualitasnya harus di atas rata-rata. Pengamen Malioboro harus berbeda dari pengamen di tempat lain, baik dari segi kemampuan musik maupun penampilan. Mereka harus terseleksi dan terkurasi, sehingga bisa memberi hiburan sekaligus kesan positif bagi siapa saja yang berkunjung ke Malioboro," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, dalam keterangan resminya.
Pengamen Malioboro ditata di tujuh titik resmi sejak 7 Oktober bertepatan dengan Hari Jadi ke-269 Kota Yogyakarta. Tujuh titik resmi pengamen itu tersebar di kawasan Tugu Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer.
Foto: Ilustrasi Malioboro (warta.jogjakota.go.id/)